Penelitian yang dilakukan para ilmuwan di fakultas kedokteran Albert Einstein College, New York, mengatakan bahwa temuan terbaru ini adalah hasil secara tidak sengaja saat uji coba.
Mereka menyatakan bahwa vitamin C “mematikan” penyakit itu. Temuan mengejutkan ini dapat membuka jalan menangani kuman yang kebal.
Kini sekitar 650.000 orang di dunia mengidap TBC yang belum dapat diobati.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah vitamin C dapat digunakan untuk perawatan pada manusia.
Dalam penelitian di laboratorium tersebut, vitamin C berfungsi sebagai apa yang disebut “reducing agent” (agen pengurang), bahan yang memicu produksi free radicals(radikal bebas).
Free radicals ini mematikan TBC bahkan yang kebal obat dan belum disembuhkan melalui antibiotik termasuk isoniazid.
Dr William Jacobs profesor mikrobiologi dan imunologi Albert Einstein College sebagai kepala peneliti mengatakan, “Kami baru dapat menunjukkan dalam uji coba di tabung dan kami tidak tahu apakah bisa dilakukan pada manusia dan pada binatang.”
“Penelitian ini merupakan studi besar untuk dipertimbangkan karena ada jenis tuberculosis yang belum ada obatnya. Dan di laboratorium, jenis (TBC) ini dapat dimatikan dengan vitamin C.”
“Vitamin C itu tidak mahal dan banyak tersedia. Jadi paling tidak, penelitian ini menunjukkan ada mekanisme baru yang dapat digunakan untuk menangani TBC,” tambah Jacobs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar